Blog Archive

Senin, 18 Juni 2012

Politikus PKS Kecam Pernyataan Ical Soal Korban Lapindo

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Politikus PKS Indra, mengecam pihak-pihak yang memandang sinis, dan tidak menghargai perjuangan Hari Suwandi, perwakilan korban lumpur Lapindo yang berjuang dengan cara jalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta.
 
Menurut dia, tidak sepantasnya hal semacam itu dilakukan oleh siapa pun, sebab Hari Suwandi sendiri menuntut hak yang tidak pernah didiberikan PT Lapindo Brantas selaku penanggung jawab semburan lumpur.
 
“Saya mengecam pihak-pihak yang memberikan komentar tidak simpatik dan sinis atas perjuangan Hari Suwandi selaku perwakilan Korban Lumpur Sidoarjo yang terpaksa jalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta,” katanya kepada Okezone, melalui pesan singkat, Selasa (19/6/2012).
 
“Ungkapan "Capek Dong" merupakan bentuk ketidakpedulian dan keacuhan atas nasib korban lumpur Sidoarjo yang sudah bertahun-tahun,” imbuhnya menyindir ucapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
 
Apalagi, kata dia, pernyataan sinis itu juga keluar dari tokoh yang ingin mencalonkan sebagai presiden 2014 mendatang.
 
"Siapa pun tidak pantas memandang sinis dan mengecilkan upaya yang dilakukan Hari Suwandi dalam rangka menuntut, mengadukan, dan memperjuangkan hak-haknya yang sudah bertahun-tahun dilalaikan, apalagi kalau ungkapan-ungkapan sinis tersebut dilontarkan oleh seorang "tokoh" yang disebut-sebut bakal calon presiden 2014," kata dia.
 
Seharusnya, kata dia, semua harus  berempati, dan membantu penyelesaian korban lumpur Sidoarjo.  Tuntutan Hari merupakan sebuah keterpaksaan lantaran PT Lapindo Brantas lalai terhadap tanggungjawabnya.
 
“Hari Suwandi tidak perlu jalan kaki ke Jakarta untuk menyampaikan tuntutan dan mengadukan nasipnya ke Istana/SBY, apabila pemerintah punya hati, punya telinga, dan bekerja dengan benar,” ujarnya.

(abe)

0 komentar:

Posting Komentar